Kama sedang berkelut dengan sofanya yang hangat. Ia tampak memangku sebuah laptop yang menjadi fokus utama. Sesekali pria itu menyesap kopi dari cangkir beling yang sengaja diletakkan di atas sebelah sofa. Raut wajah yang tenang, tapi tampak serius, semakin lama memudar berganti dengan raut kegelisahan. Sejurus kemudian, Kama berdiri, meletakkan laptop di ujung meja. Lalu berjalan ke arah balkon. Udara segar pagi ini kembali meredakan rasa gelisahnya. Pria itu kemudian mengeluarkan sebatang rokok, lalu membakarnya. Berlahan Kama membakar batang rokok tersebut, membuat garis-garis ketegangan di wajahnya memudar. Sebuah ketukan pintu, membuat udara segar yang ia rasakan menghilang. “Masuk,” katanya datar, sambil sesekali mengembuskan asap rokok ke tengah udara. “Kau sibuk?” Sutra berjalan sambil membawa sepiring roti bakar dengan selai kacang dan coklat. Kama mengulas senyum, dikiranya tadi yang masuk adalah pelayan. Namun, rupanya Sutra. Ia memeluk pinggul sang istri dari arah be
Terakhir Diperbarui : 2026-01-19 Baca selengkapnya