Tak ada kata istirahat untuk seorang Kama Deodola saat mendengar langsung jika Sutra ingin segera melangsungkan pernikahan dengannya. Meskipun terkesan mendadak, pria itu tak ingin mengadakan pesta yang asal-asalan. Pun dengan cincin kawin. Malam ini, saat ia kembali ke dalam kamar dari kamar Sutra, Kama memutuskan untuk menelepon seseorang. “Aku ingin yang terbaik, jadi … besok pagi kau ke kantor. Bawa bahan serta alatnya. Aku ingin membuatnya dengan tanganku sendiri,” ujarnya memerintah. “Baik, Tuan,” terdengar suara seorang pria dari balik telepon. Benar saja, saat pagi menjelang, Kama lebih cepat datang ke kantor dengan di antar oleh Hans. Pria yang mengabdi padanya selama bertahun-tahun itu tampak menautkan kedua alisnya saat melihat wajah sang tuan tak seperti biasa. Sangat ceria dan penuh semangat. Setelah sampai di kantor, keduanya langsung berjalan masuk ke ruang utama CEO. Sesekali Kama terlihat menggigit jarinya sambil berjalan mondar mandir. “Tuan, kau ba
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya