Malam itu, suhu di luar rumah benar-benar ekstrem, menusuk hingga ke tulang. Di dalam kamar, Axel terbaring lemah dengan napas yang sedikit berat. Ketika Aura memeriksa dengan termometer digital, angka yang muncul membuat jantungnya berdegup kencang—suhu tubuh putranya lumayan tinggi.Mungkin karena sepanjang hari anak itu terlalu aktif dan bersikeras ingin bermain di luar, sementara udara California sedang tidak bersahabat bagi tubuh mungilnya.Mikayla melangkah masuk ke kamar Aura dengan niat awal ingin membahas pertemuannya dengan Julie yang masih mengusik pikirannya.Namun, melihat Axel tertidur dengan plester demam menempel di dahinya, fokus Mika seketika teralih. Rasa cemas mendadak menyelimuti hatinya.“Kenapa Axel?” tanyanya pelan, ikut mendekat ke sisi ranjang.“Biasa, kecapaian mungkin,” ujar Aura lirih, tangannya tak berhenti mengusap punggung Axel. Ia tahu benar betapa aktifnya adiknya itu hingga kadang lupa pada batas kekuatannya sendiri.“Bawa ke hospital saja, Ra,” Mika
Dernière mise à jour : 2026-02-02 Read More