LOGIN(Mature 21+) Aura lelah berusaha menjadi istri sempurna karena Arman, sang suami, hanya membalasnya dengan dingin dan hinaan. Di tengah kehampaan itu, kehangatan justru datang dari Pras, paman suaminya sendiri. Lembut, dewasa, dan penuh perhatian. Pras adalah godaan yang tak pantas, namun terlalu nyaman untuk diabaikan. Terjebak antara janji pernikahan yang hampa dan pelukan terlarang yang terasa seperti rumah, Aura harus memilih: menjaga nama baik keluarga atau mengikuti suara hati yang mulai berani melawan.
View More“Gimana sih, Mas Pras? Ini sudah lama lho sejak aku melahirkan, tapi Mas belum juga mengabari orang rumah?”Aura yang baru saja menyerahkan bayinya kepada perawat kini memandangi suaminya dengan sorot mata tajam. Tubuhnya masih lelah setelah proses persalinan, emosinya pun belum sepenuhnya stabil.“Ya habis aku panik tadi, Sayang.” Pras menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Wajahnya terlihat kikuk, antara bersalah dan malu.“Panik masa seharian, Mas?” Aura mendengus pelan.“Iya, iya… ini aku hubungi orang rumah.”Pras merogoh saku celananya. Kosong. Ia menepuk saku kemeja. Tidak ada. Keningnya berkerut. Baru saat itu ia sadar—ponselnya tidak bersamanya sejak tadi.“Lho…” gumamnya pelan.Aura langsung menangkap perubahan ekspresi itu. “Kenapa lagi?”“Kayaknya… ponselku enggak ada.”“Mas!” Aura membelalak. “Jangan ceroboh begitu, dong. Mas itu orang penting, lho. Kalau ponsel hilang nanti bahaya.”“Amanlah. Mungkin ketinggalan di mobil. Habis ini aku ambil.” Pras mencoba terdengar tenang
Oma Eliyas sedang menerima panggilan dari Arman. Sore itu rumah terasa lengang. Di tangannya, ponsel bergetar ringan, sementara wajahnya tampak tegang ketika menceritakan sedikit tentang masalah yang terjadi pada Mikayla.Arman di seberang sana justru terdengar tenang.“Kau tidak terkejut, Man?” tanya Oma Eliyas, keningnya berkerut.“Mereka sudah ngaku pas ketemu selesai di pemakaman Veny, Oma,” jawab Arman santai.“Mereka ngaku ke kamu?” Nada suara Oma Eliyas meninggi, jelas belum selesai dengan keterkejutannya.“Iya. Awalnya aku cuma heran, bagaimana Devano sangat perhatian pada Mikayla. Dan sebaliknya, Mika juga manja sekali sama Devano. Kelihatan beda. Akhirnya mereka mengaku sudah pacaran.”Oma Eliyas menghela napas panjang. Dikira Mikayla dengan polos dan jujur sudah mengaku sampai sejauh mana hubungan mereka. Ternyata tidak sedetail itu.“Namanya juga anak-anak, Man. Oma saja masih dag-dig-dug membayangkan Mikayla sekecil itu sudah harus hamil dan akan melahirkan.”Arman malah
“Tenang, Pak. Bu Aura hanya kelelahan. Biarkan dia beristirahat dulu,” ujar Dokter Arini dengan suara lembut namun tegas.Pras mengembuskan napas panjang. Sejak tadi dadanya terasa sesak oleh ketakutan yang tak mau ia akui. Kini, mendengar penjelasan itu, pundaknya sedikit turun. Namun ia tetap tak beranjak dari sisi ranjang.Tangannya menggenggam tangan Aura erat-erat, seolah takut wanita itu menghilang jika ia lepaskan. Matanya sembab, kantuk menggantung di pelupuk, tetapi ia menolak tidur. Ia ingin menjadi orang pertama yang dilihat Aura saat membuka mata.…Di rumah, suasana tak kalah tegang.Oma Eliyas yang tadi sempat terpeleset karena tergesa-gesa hendak ke rumah sakit kini duduk dengan wajah kesal. Tari menahannya agar tak memaksakan diri berangkat.“Dulu aku tidak menemani Aura melahirkan. Sekarang kau mau menahanku di rumah seperti orang bodoh?” hardiknya, suaranya bergetar antara marah dan cemas.Tari menunduk hormat, tetapi tetap bersikeras. “Nyonya, biar saya urut dulu ka
Disupiri Tata, Pras mengantar Aura ke rumah sakit. Sepanjang jalan Aura meringis kesakitan, sementara Pras panik bukan main. Ingatannya melayang pada saat Aura melahirkan Axel dulu—penuh ketegangan, penuh rasa takut yang nyaris melumpuhkan.Sampai-sampai dia lupa belum menghubungi dokter yang biasa memeriksa Aura. Ketika Aura bertanya, barulah Pras tersadar dan buru-buru mengambil ponselnya.“Mas? Belum hubungi Dokter Arini?” Meski sambil meringis, Aura masih punya tenaga untuk memarahi suaminya itu.“Iya, ini aku akan hubungi…” Pras menekan tombol panggil. Namun karena sudah terbiasa selalu menghubungi Rico lebih dulu, jemarinya refleks menekan nama asistennya itu.“Halo, Ric?” tukas Pras cepat.Mendengar suaminya malah menghubungi asistennya, Aura makin kesal. Entah karena emosi atau saking sakitnya, ia menjambak rambut pria itu.“Kenapa panggil Rico? Hubungi Dokter Arini, Pak Pras Eliyaaaassss…!”“Auw! Oke, Sayang. Rico nanti bisa menghubungi Dokter Arini, kok!” Pras menahan rasa s
Suatu malam yang dingin di California. Devano membelalakkan mata, langkahnya terhenti seketika di ambang pintu. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang melihat antusiasme gadis di depannya. “Jangan ngaco kamu. Nanti kalau ketahuan Mas Pras, kita bisa habis dimarahi lagi, lho.”“Ommm… mau ikut li
Oma Eliyas akhirnya diberi tahu dengan baik-baik.Dan reaksinya… tak jauh berbeda dari Pras tadi.Anak yang tumbuh di keluarga Eliyas, yang sejak kecil dipeluk dan dimanja seperti cucu kandungnya sendiri… kini harus hamil di usia yang bahkan belum genap dewasa?Wajah wanita itu memucat, lalu memera
“Kami memilih pergi saja. Tidak masalah tidak diakui siapa-siapa di keluarga ini. Tapi kami sudah sepakat untuk mempertahankan bayi kami.”Suara Mikayla gemetar, tetapi keteguhannya tak goyah sedikit pun. Tangannya tanpa sadar mengusap perutnya yang masih rata, seolah memberi perlindungan pada kehi
“Setelah itu aku langsung masuk ke kamar Devan. Melihat Devano sibuk dengan dirinya sendiri, aku yang memaksanya membantu. Lalu semuanya pun terjadi…”Suara Mikayla terdengar bergetar karena harus menahan rasa malu dan salah. Kepalanya menunduk dalam ke lantai tak berani menatap semua orang yang te












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore