Udara di Lantai Nol tidak berbau limbah. Ia berbau ozon, antiseptik, dan dingin yang steril, sebuah kontras yang memuakkan setelah perjalanan panjang melalui pipa-pipa kotor Jakarta. Tri melangkah keluar dari lubang palka darurat, kakinya mendarat di atas lantai marmer putih yang memantulkan cahaya lampu neon biru. Di belakangnya, Ishak tetap waspada dengan tongkatnya, sementara Bayu dan kelompoknya mulai menyebar untuk menyabotase sistem keamanan manual."Ini dia," bisik Tri. Suaranya gemetar saat ia menatap ke tengah ruangan luas itu.Di sana, di bawah kubah beton yang memperkuat fondasi Monas, berdiri sebuah struktur yang menyerupai mahkota raksasa dari kabel serat optik. Di pusat mahkota itu, Adrian duduk di sebuah kursi mekanis yang terangkat dari lantai. Tubuhnya tidak lagi dibalut pakaian dokter, melainkan terbungkus dalam baju zirah sensorik yang terhubung langsung ke batang otaknya. Wajahnya pucat pasi, matanya tertutup rapat, namun kelopak matanya bergeta
Terakhir Diperbarui : 2026-01-16 Baca selengkapnya