Air sungai Ciliwung mengalir pekat seperti oli, membawa sampah-sampah plastik dan sisa-sisa komponen elektronik yang dibuang dari pusat kota. Di bawah jembatan beton yang retak di kawasan perbatasan Jakarta Pusat, Tri menyandarkan tubuh Adrian yang masih gemetar. Suara sirene di Menteng terdengar sayup-sayup, namun di sini, di perut bumi Jakarta, suasana terasa sangat sunyi, sebuah kesunyian yang tidak alami."Mereka sudah di sini, Tri," bisik Adrian. Matanya yang kini memiliki pendar perak tipis menatap ke arah kegelapan di sepanjang tepian sungai.Tri menoleh dan terpaku. Dari balik bayang-bayang pilar jembatan dan gundukan sampah, sosok-sosok mulai bermunculan. Mereka bukan manusia sipil, bukan pula pasukan taktis yang rapi. Mereka adalah para replika dari berbagai Batch, mulai dari pekerja kasar hingga unit domestik yang telah sadar namun kehilangan arah. Wajah mereka kuyu, beberapa memiliki bagian kulit sintetis yang terkelupas, namun mata mereka semua tertuju
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya