Laut Jawa di sekitar mereka kini tenang, permukaannya datar seperti cermin perak yang memantulkan langit fajar yang pucat. Namun, di dalam palka kapal Siri-Ganda, badai yang jauh lebih dahsyat sedang berkecamuk. Adrian terbaring di atas meja kayu sempit, tubuhnya diikat dengan tali tambat agar tidak terlempar saat ia mengalami kejang saraf yang hebat. Keringat dingin mengucur dari pori-porinya, dan setiap kali ia membuka mata, warna matanya berganti-ganti antara ungu tua, biru elektrik, hingga putih susu, sebuah tarian warna yang menandakan perebutan dominasi di dalam korteks otaknya."Tri... mereka... mereka terlalu berisik," rintih Adrian, giginya bergemeletuk. "Suara mereka seperti ribuan stasiun radio yang menyala bersamaan di dalam kepalaku."Tri berdiri di sampingnya, memegang perangkat neural-interfacer portabel yang berhasil ia curi dari Lantai Nol. Tangannya gemetar. Sebagai dokter, ia biasa membedah daging dan saraf fisik, namun kali ini ia harus membedah
Terakhir Diperbarui : 2026-01-17 Baca selengkapnya