Cerita belum selesai sampai di sana.Niro mulai bekerja di kafe itu sebagai barista baru. Karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya, hari-hari awal terasa cukup berat. Ia sering salah takaran, keliru membaca pesanan, dan gugup menghadapi pelanggan.Untungnya, ada seseorang yang sabar membimbingnya. Orang itu pula yang mendorong Niro untuk mengambil lisensi barista agar masa depannya lebih terarah.Menurutnya, Niro memiliki bakat. Ia paham kopi, mengerti karakter minuman, dan punya insting rasa yang kuat.Perlahan, Niro mulai menikmati pekerjaannya. Ia bahkan nyaris lupa bahwa dulu dirinya adalah seseorang yang berjaya di dunia teknologi. Kini seluruh perhatiannya tertuju pada mesin kopi, biji kopi, dan racikan rasa. Pekerjaan baru ini membuatnya merasa hidup kembali.Suatu hari, Anais datang ke kafe itu.Entah karena penasaran pada Niro, atau ada alasan lain yang bahkan tak ia pahami sendiri. Yang jelas, kunjungan itu tidak berhenti satu k
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-29 อ่านเพิ่มเติม