Setelah percakapan selesai, mereka kembali diam canggung. Luna sudah menunjukkan sedikit perhatian untuk memancing rasa ingin tahu orang-orang, serta berencana menunggu Olivia datang. Di sela waktu itu, dia tidak tahu harus berbuat apa.Sesekali dia mengubah posisi duduknya. Jordan masih memperhatikannya tanpa mengalihkan pandangan, membuat Luna seolah sedang ditelanjangi.“Sebentar lagi wanita itu akan datang. Apa kamu sengaja menunggunya dan membuat keributan?” Jordan berhenti bicara sebelum akhirnya melanjutkan, “Sebaiknya urungkan niatmu itu. Membuat orang-orang curiga sudah cukup untuk saat ini. Jangan memprovokasi wanita itu terlalu jauh.”Kata-kata Jordan benar. Luna menjadi semakin tak sabar setelah mimpi buruknya semalam. Dia pun memutuskan untuk pergi lebih cepat sebelum Olivia datang.Namun, ketika dia bangkit dari kursi yang didudukinya, pintu kamar itu terbuka lebar. Luna menatap ke arah pintu, mendapati Olivia yang berhenti mendadak dengan mulut sedikit terbuka, terkejut
อ่านเพิ่มเติม