Aula besar Hotel Grand Astoria yang semula riuh dengan gumaman rendah para pebisnis kelas kakap mendadak diselimuti keheningan yang menyesakkan ketika Arka melangkah menjauh dari meja bar, diikuti oleh Lia Sanjaya yang melingkarkan tangannya dengan posesif di lengan pria itu. Di sana, di tengah sorot lampu kristal yang membiaskan cahaya keemasan, Elena berdiri mematung dengan gaun putih nostalgianya yang kini tampak seperti anomali di tengah kemewahan modern. Ia menyadari bahwa tatapan ratusan pasang mata kini tertuju padanya, menanti drama apa yang akan meledak di antara sang mantan istri dan penguasa baru Dirgantara Group. Elena menarik napas panjang, mencoba membusungkan dadanya dan mempertahankan sisa-sisa keanggunan yang ia miliki, meski ia tahu hatinya sedang bergetar hebat menghadapi tatapan dingin Arka yang seolah-olah sedang menguliti jiwanya."Arka, tunggu," suara Elena memecah keheningan, terdengar sedikit melengking di tengah ruangan yang sunyi. Ia melangkah maju, membia
Read more