Kilauan berlian biru langka yang melingkar sempurna di jari manis Lia memantulkan pendaran magis cahaya bulan, seolah mengunci takdir dua jiwa yang baru saja melewati badai emosional terdahsyat dalam hubungan mereka. Di atas balkon tertinggi mansion Dirgantara, angin malam berembus lebih tenang, menyapu sisa-sisa rintik hujan yang membawa aroma tanah basah dan kesegaran yang murni. Pelukan erat yang menyatukan tubuh Arka dan Lia bukan lagi sekadar pelukan penenangan, melainkan sebuah gerbang transisi menuju kepasrahan total tanpa ada lagi sekat rahasia atau dinding pertahanan yang tersisa. Ketegangan emosional yang telah mereka pendam selama berhari-hari—sejak kemunculan Elena yang membawa racun masa lalu, tuduhan kejam yang sempat terlontar di ruang kerja bawah, hingga pengejaran ugal-ugalan di bawah hujan badai jalan layang—kini mendadak berbalik arah, menciptakan akumulasi energi baru yang sangat pekat, berat, dan menuntut pemenuhan.Arka melepaskan cengkeraman eratnya pada pingg
Read more