Rena membawaku ke toko bunga kecil yang belum lama ia dirikan. Dari luar, bangunannya tampak sederhana, nyaris tersembunyi di antara deretan ruko lama. Namun begitu pintu kayu itu terbuka, aroma mawar dan melati langsung menyergap inderaku, lembut dan hangat, seolah memeluk dada yang sejak tadi terasa sesak. Udara di dalam toko terasa lebih pelan, lebih tenang, seakan waktu berjalan dengan kecepatannya sendiri.Aku melangkah masuk dengan ragu, memperhatikan rak-rak bunga yang tersusun rapi, vas-vas kaca bening yang memantulkan cahaya sore, serta pita-pita kecil berwarna pastel yang digantung di dinding. Tempat ini sangat mencerminkan Rena, tenang, hangat, dan penuh perhatian pada hal-hal kecil. Ia menarik kursi dekat jendela dan mempersilahkanku duduk, sementara dirinya berjalan ke belakang meja kecil.“Minum dulu, biar tenang,” ujar Rena lembut sambil meletakkan secangkir teh hangat di depanku.Aku menggenggam cangkir itu dengan kedua tangan. Hangatnya merembes ke telapak tanganku, s
Last Updated : 2026-05-06 Read more