Saat Tria keluar, pakaiannya telah berlumur darah. Tatapannya bertemu dengan Arley dan Arleya yang berdiri di ujung lorong. Tak ada pertanyaan ataupun rasa takut di wajah mereka. Akhirnya Tria hanya melewati mereka begitu saja, kembali ke kamarnya dan bergegas membersihkan diri.Keesokan paginya, Zask tiba di kediaman Tria. Arleya langsung berlari menghampirinya.“Paman, di mana Bibi Rena? Dia tidak datang lagi?”Arley tetap diam, namun tatapannya menyimpan pertanyaan yang sama.“Bibi Rena dan Paman Randy sedang di Torobo. Mereka akan tiba besok pagi, untuk merayakan ulang tahun kalian.” jawab Zask sambil mengelus rambut Arley pelan.“Benarkah?” mata Arleya berbinar.“Benar,” jawab Zask mantap, berusaha menenangkan hati mereka.Hari itu dihabiskan oleh mereka dengan obrolan ringan, bermain gim, dan membuat camilan sederhana. Tawa mereka terdengar ringan, tapi Tria melihat bayangan Raiya di wajah mereka, bayangan yang menekan dadanya dan mengingatkan akan kesalahan yang tak lagi bisa d
Terakhir Diperbarui : 2026-06-06 Baca selengkapnya