Malam turun perlahan di rumah itu, menyelimuti bangunan besar dengan sunyi yang terasa memekakkan.Tria berdiri lama di kamar mandi. Air mengalir tanpa henti, memantul di lantai marmer dan menyusup ke sela-sela kesadarannya. Ia membersihkan dirinya dengan gerakan terukur, hampir mekanis, seolah setiap langkah sudah dihafal sejak lama. Tangannya bergerak pasti, tetapi pikirannya tidak pernah benar-benar diam. Ada sesuatu yang berputar di dadanya, padat, menekan, namun tak kunjung menemukan bentuk.Saat selesai, ia tidak kembali ke kamar. Tria mengenakan pakaian rumah seadanya lalu melangkah menuju dapur. Lampu menyala, memantulkan bayangannya di permukaan meja. Rumah itu masih sunyi, Raiya belum terbangun.Ia membuka lemari es, mengambil bahan-bahan sederhana. Bubur jagung, makanan yang selalu ia buatkan saat Raiya kelelahan karenanya.Tangannya bergerak otomatis, menuang, mengaduk, menunggu. Setiap takaran terasa akrab. Dalam rutinitas kecil seperti ini, Tria merasa ada sesuatu yang
Terakhir Diperbarui : 2026-04-26 Baca selengkapnya