“Kau mengkhawatirkan Evelyn?” Fani bertanya dengan penuh perhatian dan pengertian. Ia berusaha sekeras mungkin agar tidak terlihat sedang menahan api cemburu yang mulai membakar dada. Bibirnya membentuk simpul senyum menatap sang suami yang tampak tidak bernafsu untuk menghabiskan hidangan makan malam.Barra mendongak, ia tampak salah tingkah karena ketahuan tengah memikirkan wanita lain.Bagi seorang istri, akan salah besar saat suaminya memikirkan wanita lain ketika ia tengah bersama sang istri. Namun, Fani masih berusaha untuk mengerti. Ia berusaha ikhlas dan sabar, berusaha sekeras mungkin untuk merebut hati Barra dari mantan kekasihnya.“Ah, tidak.” Barra menutupi. Ia mulai menikmati makanannya kembali. Namun, isi kepalanya terus saja mengarah pada Evelyn yang entah tengah berada di mana. Ia merasa bersalah pada wanita itu, sebab Evelyn jadi luntang-lantung tidak menentu. Wanita itu sendiri kini, tidak ada sama sekali yang menemani. Ia telah pisah dari sang suami, juga jauh dari
Terakhir Diperbarui : 2025-12-20 Baca selengkapnya