“Hei, kau marah padaku? Apa salahku?” Vernon mencekal lengan Evelyn, memaksa wanita itu agar berhenti melangkah.Evelyn menghela napas kasar. Ia menoleh, menatap Vernon dengan begitu tajam.“Kau tidak tahu di mana letak kesalahanmu? Aku meghubungimu, tapi tidak ada balasan. Aku khawatir sampai aku mendatangai rumahmu. Kau tidak ada kabar selama beberapa hari ini, kupikir terjadi sesuatu padamu.” Evelyn berucap dengan kesal.Vernon tersenyum lebar mendengar penuturan Evelyn. Ia pikir ada apa, ternyata hanya karena masalah sesimple itu.“Pekerjaanku menumpuk, aku tidak sempat melihat ponsel. Beberapa hari ini aku juga lembur karena mengejar target. Pulang kantor aku langsung mandi, makan, lalu tidur. Tidak sempat mengabarimu sama sekali. Maafkan aku.” Vernon berucap dengan lembut. Ia lepas cekalannya di lengan Evelyn. Merasa lega karena ia tidak melakukan kesalahan fatal sama sekali.Evelyn tidak menjawab, ia memasang wajah cemberut karena kesal.“Kau merindukanku?” Vernon bertanya deng
Terakhir Diperbarui : 2025-12-23 Baca selengkapnya