Meyra melihat sosok wanita itu dari kejauhan. Ia hampir melangkah mendekat, ingin memastikan apakah benar wanita yang ia curigai itu ada di sini. Tapi tiba-tiba, suara Luna menyapanya dari kejauhan."Meyra!" Luna melambai-lambai dengan senyum lebarnya, lalu berjalan menghampiri.Meyra menghentikan langkah, menoleh pada Luna sambil tersenyum ramah. "Oh, Tante Luna. Dateng juga ternyata.""Iya, dong," sahut Luna. Namun tatapannya berubah datar dan sinis saat melihat Evan di samping Meyra. "Baru kelihatan kamu, dari mana aja?""Agak sibuk, Tan," sahut Evan.Luna memutar bola matanya dengan nada jengkel, lalu bergumam. "Sibuk apaan, sibuk selingkuh?""Apa, Tan?" tanya Evan, tak terlalu mendengar."Nggak," balas Luna, dengan cepat mengalihkan pembicaraan dan menatap Meyra. "Ikut Tante yuk, Mey. Ada temen-temen Tante. Mereka pengin kenal kamu.""Ayok," jawab Meyra. Tanpa meminta izin atau bertanya pendapat Evan, ia langsung pergi dengan Luna.Evan pun tak keberatan. Malah, ia lega karena ta
Ler mais