Tak lama kemudian, Erina merasa lebih baik setelah memuntahkan semuanya. Dia kembali menuju tempat tidur dan mengambil ponselnya. Panggilan masih berlangsung."Sayang, kamu kenapa tiba-tiba ngilang?" tanya Evan dengan nada khawatir.Erina berdehem pelan dan menjawab, "Nggak tau, nih. Tiba-tiba mual. Mungkin asam lambungku naik lagi.""Kirain apa, bikin kaget aja," sahut Evan terdengar lega. "Kalau gitu cepet makan, minum obat, terus istirahat. Kamu pasti suka lewat jam makan, kan?"Erina mendengus pelan mendengar omelannya."Iya, iya," jawabnya singkat, lalu memutus panggilan begitu saja.Erina kemudian berdiri dan hendak mengambil pakaian dari lemari. Tapi di meja riasnya terdapat sebuah kalender kecil. Seketika Erina menyipit tajam."Terakhir aku haid kapan, ya?" gumamnya bicara sendiri. Refleks, Erina menunduk dan menatap tubuhnya, terutama bagian perut. Dalam hati ia menduga-duga.'Jangan-jangan ....'Tiga hari berlalu tanpa terasa. Di bandara, Evan keluar sambil menggeret koperny
Read more