"Mau saya temenin?" tanya Satria, menawarkan.Andini langsung menggelengkan kepalanya."Nggak usah, ini urusan aku sama Siska. Kalau kamu ikut, takutnya dia akan mikir yang aneh-aneh.""Kamu yakin?" suara Satria terdengar ragu."Yakin. Lagian, aku cuma mau ngobrol sayang... bukan mau perang," jawab Andini ringan, walau sebenarnya dadanya terasa kurang nyaman.Satria terdiam sejenak. "Kalau ada apa-apa, telepon ya...""Apaan sih, aku bukan anak kecil... Lagian, aku mau ketemu Siska, bukan orang lain!""Hem... Kamu nih, saya kan cuma antisipasi kemungkinan yang akan terjadi nanti.""Bukan antisipasi, tapi kamu terlalu posesif sayang..."Satria menghela napas cukup panjang. "Kamu nih, keras kepala banget. Ya udah, hati-hati di jalan ya nanti..""Iya sayang.."Andini berjalan ke luar ruangan menuju meja kerjanya. Sedangkan Dila, fokus dengan laptop dan pekerjaannya. Seolah, ia sedang tenggelam di sana. Setelah duduk Andini menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya mencari
Terakhir Diperbarui : 2026-03-03 Baca selengkapnya