"Ayo!" ucap Satria, saat membukakan pintu mobil untuk Andini. "Iya, makasih sayang," jawab Andini, tulus. Andini masuk ke dalam, dan Satria menyusul. Setelahnya, ia membantu Andini mengenakan sabuk pengaman. Begitupula untuk dirinya. Di dalam mobil, tidak banyak yang mereka bicarakan. Perjalanan pulang pun berlangsung dengan tenang.Lampu jalan bergantian lewat di jendela. Kota mulai lebih sepi, karena malam yang semakin larut. Tidak ada musik. Hanya beberapa kali Satria melirik ke arah Andini."An," panggil Satria, pelan."Iya, kenapa?""Kamu keliatan beda hari ini," ucap Satria sambil tersenyum. Ia tidak sepenuhnya mengalihkan pandangan dari jalan. Hanya sesekali saja melihat ke arah Andini. Andini yang sedang melihat ke luar jendela, menoleh sedikit. "Beda gimana, sayang?"Satria tidak langsung menjawab. Ia seperti sedang memilih kata yang tepat dan tidak membuat Andini tersinggung. "Kamu kayak.. Udah balik jadi Andini yang dulu. Penuh semangat," ucap Satria, akhirnya.Andin
Read more