"Silahkan,"Pintu apartemen terbuka pelan. Bastian melangkah masuk lebih dulu, diikuti Alya di belakangnya.Ruangan itu tidak terlalu besar, tapi cukup tertata rapi. Aroma kopi samar masih tertinggal, bercampur dengan wangi sabun yang bersih. Lampu-lampu hangat membuat suasana terasa nyaman, tidak kaku seperti kantor."Nggak apa-apa nih, Mas?" tanya Alya dengan senyum sedikit menggoda. "Nggak apa-apa, masuk aja," ucap Bastian singkat sambil meletakkan kunci mobil di meja dekat pintu.Alya melangkah masuk perlahan, matanya langsung berkeliling. Ia memperhatikan setiap sudut. Mulai dari sofa, meja kerja kecil di pojok, sampai rak yang berisi kamera dan beberapa lensa."Kamu rapi banget sih, Mas..," gumamnya, nyaris seperti bicara sendiri."Biasa aja," jawab Bastian sambil membuka jaketnya.Alya berjalan pelan ke arah rak kamera. "Ini semua punya kamu, Mas?""Iya," jawab Bastian singkat.Sebenarnya, ia masih bingung dengan sikap Alya sekarang. Padahal, pagi tadi dia bilang belum pernah
Baca selengkapnya