"Baik, saya mengerti, Pak," ucap Roland. Ia langsung menangkap semua maksud Satria"Saya akan langsung berangkat sekarang, Pak."Sambungan terputus.Satria menatap layar ponselnya sebentar, lalu menghela napas panjang dan menghembuskannya perlahan.Dua hari lalu, ia memang sempat mendengar kabar bahwa Dion dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Dan sehari setelahnya, muncul kabar lain yang jauh lebih mengganggu. Ia kabur.Satria mengepalkan tangannya pelan."Jangan sampai dia deket-deket Andini lagi," gumamnya.Sekitar tiga puluh menit kemudian, sebuah mobil berhenti di depan rumah.Roland turun lebih dulu, diikuti tiga orang lainnya.Satria sudah menunggu di teras dekat halaman depan."Pak," sapa Roland.Satria menganggukkan kepalanya perlahan. "Mulai malam ini, kalian jaga di sekitar rumah.""Baik, Pak.""Jangan terlalu mencolok. Tapi pastikan semua aman."Roland mengangguk mantap. "Dimengerti, Pak."Salah satu anak buahnya bertanya, "Fokus di luar aja atau sampai dalam, Pak?""Di luar
Baca selengkapnya