Share

Bab 331

Penulis: Belinda
"Oh, Pak Aldrian akan segera datang. Dia sudah dalam perjalanan," jawab William sambil tersenyum.

"Calon mantan suamimu itu memang lumayan hebat. Dia termasuk tokoh terkenal di Kota Hatam," bisik Gabe pada Kyna.

Kyna melirik Gabe.

Kemudian, Gabe berbicara terus terang, "Dari segi kekuatan, kerja sama ini seharusnya dilakukan dengan perusahaan mereka. Sayangnya ...."

"Kak, apa kamu juga tipe yang bela keluarga tanpa peduli benar dan salah?"

Meskipun baik hati, Kyna tidak bodoh. Dia tidak mungkin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 746 

    Guru pembina OSIS terkejut. "Pak, ini .... Daftar dan prosedurnya sudah ditetapkan, Kyna juga sudah siap. Kalau ganti orang di menit-menit terakhir ....""Aku bilang ganti, ya ganti!" sela wakasek kesiswaan itu dengan tidak sabar. Dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan layarnya ke hadapan guru pembina OSIS dengan gerakan kasar. Dia mengetuk-ngetuk layar dengan kuat dengan jarinya. "Lihat ini! Apa hak siswa sepertinya untuk wakili sekolah mempersembahkan bunga pada acara sepenting ini? Bukankah itu cuma akan mencoreng reputasi sekolah?"Layar ponselnya menampilkan foto Kyna dan Gabe yang diambil di gerbang sekolah. Dalam foto itu, Gabe sedang dengan lembut merapikan rambut Kyna yang tertiup angin.Wakasek kesiswaan menunjukkan foto mereka satu per satu. Ada foto Kyna dan Gabe makan hot pot, Gabe menaruh makanan ke piring Kyna saat mereka makan, Kyna berjalan sambil bertopang pada bahu Gabe saat berjalan setelah makan terlalu banyak .... Beberapa guru dan siswa dari OSIS yang berta

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 745 

    Mengabaikan Roselyn, Kyna berlari keluar untuk menjawab telepon. "Kak, kamu sudah kembali ke dalam negeri? Kapan kamu kembali?""Baru sampai hari ini," jawab Gabe dari ujung telepon. "Apa kamu punya waktu? Kakak mau traktir kamu makan."Kyna tersenyum. "Tentu saja!""Keluarlah.""Hah?" Kyna memegang ponselnya dan berlari ke bawah. Kakaknya sudah sampai?Kyna berlari keluar dari gerbang sekolah dan melihat mobil kakaknya terparkir di bawah naungan pohon di seberang gerbang. Jendela mobil terbuka sehingga memperlihatkan profil wajah Gabe yang tegas dan sedang tersenyum lembut.Melihat Kyna keluar, Gabe juga keluar dari mobil.Kyna berlari kecil menghampiri kakaknya. "Kak, kenapa kamu nggak pulang untuk makan?" Kyna selalu menyapa Gabe dengan keakraban yang sangat alami. Sebab, dia dan Gabe telah hidup bersama selama bertahun-tahun di garis waktu lain. Mereka benar-benar adalah keluarga yang dekat."Sekalian lewat, jadi aku mampir ke sekolahmu." Gabe tersenyum, lalu mengulurkan tangan un

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 744

    "Nggak ada alasan," jawab Aldrian."Nggak bisa. Kamu harus kasih penjelasan!" Farrel masih tidak mau menyerah.Aldrian menghela napas. "Dilarang leluhur ....""A ... apanya yang dilarang leluhur?" Farrel makin bingung. "Kamu masih perlu bakar dupa dan minta izin ke leluhur untuk main basket?""Leluhurnya sudah tiba." Terdengar suara seorang laki-laki. Kemudian, sebuah piring muncul di meja Aldrian dan Farrel. Itu adalah Sonny.Kehadiran Sonny akhirnya membuat keberadaan Kyna dan Ariel terungkap. Aldrian mendongak dan melihat Kyna, lalu tertegun sejenak. Pandangannya beralih dari piring ke pergelangan tangan Kyna. Kyna masih mengenakan gelang itu.Aldrian tersenyum. "Farrel sudah selesai makan. Kalian duduk saja di sini." Farrel melirik setengah porsi mie goreng yang masih tersisa di piringnya dengan terkejut. Melihat tatapan tegas Aldrian, Farrel dengan enggan mengangkat piringnya dan bertanya dengan tidak rela, "Sonny, kamu juga kenal sama leluhur bos?"Aldrian, Sonny, dan Kyna bena

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 743 

    Bel tanda kelas mandiri malam dimulai memecah kesuraman senja.Kyna dikejutkan oleh suara bel dan buru-buru melepaskan diri dari pelukan Aldrian. Dia menyeka air matanya sambil berlari, "Cepat masuk ke kelas!" Aldrian memperhatikan sosok Kyna yang menjauh. Dia menekan area dadanya yang dibasahi air mata Kyna. Seulas senyum tak berdaya yang mengandung sedikit kegetiran muncul di wajahnya. Dia bertanya dalam hati, 'Sebenarnya ... aku harus mempertahankanmu atau melepaskanmu?'Kyna buru-buru berlari kembali ke kelas. Saat dia mengambil buku dari meja, pandangannya sekali lagi tertuju pada gelang berkilauan di pergelangan tangannya.Jelas-jelas, hanya ada tambahan sebuah rantai tipis di pergelangan tangannya. Namun, selama berlari kembali ke kelas, entah kenapa pergelangan tangannya terasa sangat berat, seolah-olah dia sedang memikul beban berat.Aldrian mengatakan bahwa ada ukiran namanya di pengait gelang itu. Kyna mengamati pengait itu dan memang menemukan sebaris huruf kecil yang bert

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 742 

    Kyna sebenarnya memiliki firasat bahwa gelang itu untuknya. Namun, haruskah dia menerima perhiasan yang diberikan Aldrian? Menerima perhiasan sebenarnya setara dengan menerima sebuah hubungan.Kyna tidak bisa melakukan itu, meskipun Aldrian berusia 17 tahun di hadapannya berbeda dari sebelumnya.Aldrian menyadari keraguan Kyna dan meraih pergelangan tangannya. Dalam sekejap mata, sebuah gelang sudah muncul di pergelangan tangannya. Kyna mencoba menarik tangannya, tetapi Aldrian memegangnya dengan erat."Jangan gerak!" Aldrian berujar, "Ini nggak berarti apa-apa, cuma hadiah ulang tahun yang terlambat.""Hadiah ulang tahun?" Kyna mengerutkan kening."Ya, gelang ini diukir dengan namamu. Aku juga nggak bisa memberikannya kepada orang lain lagi, apalagi mengembalikannya. Karena kamu mengabaikanku, aku cuma bisa meninggalkannya di toko perhiasan dan biarkan staf di sana yang mengurusnya," jelas Aldrian sambil mengencangkan pengaitnya.Itu adalah sebuah gelang platinum. Gelang itu tidak te

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 741

    "Ya teman baik!" jawab Kyna tanpa ragu.Aldrian tidak berbicara lagi, hanya menatap Kyna sambil tersenyum penuh arti."Ada yang salah? Memangnya persahabatan antara aku, Ariel, dan kamu nggak cukup untuk goyahkan tekadmu berteman dengan teman nggak benar di luar sana?" Kyna memindahkan sepotong paha ayam dari piringnya ke piring Aldrian. "Begini sudah bisa, 'kan?""Ini artinya ...." Aldrian menunjuk tiga potong paha ayam di piringnya."Artinya, apa pun yang aku dan Ariel punya, kamu juga akan kebagian. Kamu bahkan boleh dapat lebih banyak." Kyna berkata dengan serius, "Dengan persahabatan seperti ini, kamu bisa berhenti berteman dengan orang luar, 'kan?" Aldrian menatap Kyna, lalu tiba-tiba tertawa. "Oke." Mata Kyna melebar. Kenapa mudah sekali untuk membuat Aldrian setuju? Demi membujuk Aldrian, dia telah menyiapkan daftar panjang alasan. Jujur ​​saja, itu agak sulit. Kyna tidak mungkin bisa langsung mengatakan bahwa William dan Naldo memiliki kepribadian buruk, 'kan? Jika Aldrian

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 387 

    Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 363

    Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 510

    Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 512

    Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status