ログインApakah seperti ini Aldrian saat berusia 17 tahun? Bukan hanya Kyna yang terkejut, tetapi Anara di dalam ruangan juga tidak bisa berkata-kata karena terkejut. "Kamu ... kamu ...."Anara tergagap lama dan tidak mampu menyelesaikan kalimatnya. Pada akhirnya, dia menangis tersedu-sedu. "Apa yang harus kulakukan kelak? Aku jelas nggak bisa bersekolah di sini lagi!""Itu masalahmu. Setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya sendiri." Setelah Aldrian selesai berbicara, terdengar suara sesuatu yang menabrak meja. Sepertinya, dia hendak pergi."Aldrian! Berhenti!" seru Anara. "Apa sebenarnya hubunganmu dengan Kyna? Apa yang pernah Kyna berikan padamu sampai buat kamu melindunginya seperti ini?" Keheningan singkat menyelimuti kelas. Kemudian, terdengar Aldrian menjawab, "Sepuluh ribu.""Se ... sepuluh ribu apa?" Anara tergagap karena kaget."Dia pernah memberiku sepuluh ribu." Seusai berbicara, terdengar suara langkah kaki dari dalam kelas. Aldrian sedang berjalan keluar.Kyna sonta
Pada saat ini, pelajaran di kelas IPS baru saja berakhir. Kyna dan Sonny belum pergi ke kantin. Dugaan pertama Kyna adalah Sonny. Sebab, hanya Sonny yang memiliki rekaman CCTV yang dihapus. Namun, Sonny bilang bukan dia pelakunya."Seharusnya itu ... teman baikmu," kata Sonny sambil tersenyum penuh arti."Aldrian?" sahut Kyna secara spontan.Sonny tersenyum lagi.Kyna tidak mengerti kenapa Sonny tersenyum. Namun, bagaimana Aldrian juga memiliki rekaman CCTV itu? "Kamu juga kirimkan video CCTV yang kamu pulihkan itu kepadanya?" Sonny menggeleng. "Dia mungkin melakukannya sendiri.""Hah?" Kyna terkejut.Sonny lagi-lagi tersenyum aneh. "Sepertinya aku lebih mengenal teman baikmu daripada kamu.""Apa maksudmu?" tanya Kyna. Kemudian, dia menambahkan, "Kamu pasti lebih mengenalnya. Kalian kan sahabat.""Aldrian sangat mahir dalam hal komputer. Keterampilannya bahkan lebih baik daripada banyak mahasiswa S1 di bidangnya," jelas Sonny."Benarkah?" Kyna tidak meragukan kemampuan Aldrian. Dia p
Kyna berpikir sejenak dan berkata, "Aldrian itu ... orang yang bisa dijadikan teman seumur hidup." Bagaimanapun juga, Aldrian sangat setia kawan terhadap temannya."Oh?" Sonny terlihat benar-benar terkejut. "Kamu menilainya seperti itu? Dia benar-benar sebaik itu?" Kyna mengakui, "Dia orang yang baik. Dia baik kepada teman-temannya, keluarganya, staf restoran, bahkan ...." Kyna ingin mengatakan bahwa Aldrian bahkan baik kepada neneknya. Namun, itu bukan kejadian di dunia ini ....Kyna tersenyum dan mengubah kata-katanya, "Dia bahkan sangat baik kepada lansia yang nggak dikenalnya." Setelah mendengar ucapan Kyna, ekspresi Sonny terlihat sedikit aneh. Dia seperti sedang tersenyum, tetapi ada sesuatu yang berkilauan di matanya. Ketika Kyna mencoba melihatnya dengan jelas, cahaya itu sudah hilang."Benarkah?" Sonny menyahut, "Aku nggak tahu dia sebaik itu. Dia kelihatan begitu dingin.""Kamu mungkin baru akan sadar setelah dekat dengannya," gumam Kyna.Dulu, Kyna pernah sangat dekat de
Namun, masih ada satu bukti yang belum diserahkan Kyna, yaitu video yang diberikan Sonny kepadanya. Sonny telah meretas sistem keamanan sekolah dan memulihkan rekaman CCTV yang dihapus. Video itu berisi rekaman yang sangat penting. Akan tetapi, meretas sistem bukanlah hal yang positif. Kyna takut menyerahkan video itu akan memengaruhi Sonny. Mengutip kata-kata Wiranto, mereka semua adalah siswa yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.Kyna tidak ingin membahayakan Sonny pada saat yang begitu penting di tahun terakhir SMA. Saat sedang memikirkan hal ini, dia melihat Sonny berjalan ke arahnya."Gimana? Kenapa mereka mencarimu?" tanya Sonny. Pertanyaan ini hampir sama dengan yang Aldrian lontarkan saat melihat Kyna.Kyna menjelaskan situasinya secara singkat. "Kurasa seharusnya nggak ada masalah lagi. Dinas Pendidikan akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh.""Apa ini saat yang kamu tunggu?" tanya Sonny.Kyna mengangguk. "Iya."Sonny tersenyum dan memujinya, "Bagus juga.
Saat Windy berbicara, suasana di ruang rapat terasa membeku. Wajah kepala sekolah menjadi makin muram, sedangkan ekspresi kedua pemimpin lainnya juga makin serius.Wiranto merasa seperti sedang duduk di atas duri. Dia mencoba menyela beberapa kali, tetapi tatapan tajam Windy menghentikannya. "Aku sudah nonton video lengkapnya. Karena ini menyangkut privasi perempuan, aku harus merahasiakannya untuk saat ini. Tapi, masih banyak hal yang perlu diselidiki dan digali lebih dalam."Wiranto segera memasang wajah tulus. "Ini salahku. Aku yang nggak menyelidiki dengan benar. Aku nggak tahu video itu diedit ....""Nggak!" Kyna berlinang air dan bersikap seolah-olah baru menemukan keberanian untuk berbicara dengan lantang. "Aku sudah beri tahu kamu, tapi kamu nggak percaya padaku."Wajah Wiranto langsung berkedut. "Mana mungkin aku nggak percaya padamu? Meski aku nggak percaya padamu, aku juga akan menyelidikinya, 'kan?""Kamu nggak akan menyelidiki!" Suara Kyna bergetar, seolah-olah dia telah m
Momen yang ditunggu-tunggu Kyna akhirnya tiba. Keviralan postingan itu sudah mencapai puncaknya. Sebenarnya, waktu yang dibutuhkan tidaklah lama. Setelah hanya satu jam pelajaran, dia dipanggil keluar dari kelas lagi.Kali ini, Kyna dibawa ke kantor kepala sekolah. Beberapa wajah asing duduk di kantor. Tentu saja, Wiranto juga ada."Ini Kyna." Wiranto berdiri dan memperkenalkan Kyna dengan senyum menyanjung. "Kyna, mereka adalah para pemimpin dari Dinas Pendidikan. Kamu sopan dikit."Para pemimpin itu melambaikan tangan. "Panggil saja kami guru. Kami semua awalnya juga guru."Kyna pun membungkuk kepada mereka. "Halo, para guru sekalian.""Pak Husni, Pak Kepala Sekolah, pihak sekolah sudah melakukan penyelidikan internal secara menyeluruh atas masalah ini," sela Wiranto. "Pada dasarnya, itu cuma konflik kecil dan kesalahpahaman antara para siswi. Sifat Kyna lebih lugas dan bicaranya juga blak-blakan. Hal itu kebetulan direkam dan diedit orang dengan motif tersembunyi, makanya masalahny
"Dia putra pemilik perkebunan teh," kata Nelly sambil tersenyum. "Kok kamu bisa temukan perkebunan teh ini?" Apa Jesslyn yang memperkenalkannya? Sepertinya tidak mungkin juga.Kyna melirik Gabe dan berkata sambil tersenyum, "Ya berkat kakakku. Dia bilang, seleranya pasti bagus. Dia nggak suka teh d
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
"Luar biasa!" ejek William."Lalu, untuk apa kamu bekerja?" balas Naldo."Apa yang kita katakan waktu itu? Untuk bisa menegakkan kepala, sukses, dan lebih unggul dari orang lain!" jawab William."Jadi, apa yang membuatmu begitu nggak fokus hari ini?" tanya Naldo. "Jangan-jangan, kamu bertengkar sama







