“Kyna, kamu dengar dengan jelas.” Kyna menepuk punggungnya, lalu berkata dengan tegas, “Pertama, masalah perasaan bukan transaksi jual-beli. Nggak ada yang namanya nggak sanggup untuk membayarnya. Kedua, ‘pengorbanan’ yang dia maksud itu kalau tujuannya untuk mengikatmu dan mengendalikanmu, itu namanya bukan pengorbanan, melainkan investasi atau transaksi. Hanya saja, masalah perasaan itu sudah pasti bukan transaksi.”Kyna bersandar di pundak Gabe. Air matanya tidak berhenti mengalir. Hanya saja, ucapan jelas abangnya membuat perasaan Kyna tidak sekacau tadi lagi.“Ketiga, yang mana merupakan yang terpenting ….” Gabe melembutkan suaranya dan berkata dengan nada mendalam, “Kiki, apa kamu masih ingat dengan apa yang dikatakan Kak Gabe kepadamu? Kak Gabe hanya berharap kamu bisa gembira, tapi coba kamu tanya pada dirimu sendiri, apa kamu gembira sekarang? Dia bilang, tanpa dia, kamu nggak akan mungkin bisa kembali ke pentas. Kyna, dia salah. Yang bisa membuatmu kembali ke atas pentas itu
Read more