Namun, Eldric terlihat sangat cemas. Dia menarik lengan Kyna dan berujar, "Duh, ayo pergi! Kamu kan datang setiap hari. Nggak perlu pamitan lagi."Kyna merasa Eldric sangat aneh hari ini. "Mana bisa kita pergi tanpa pamitan? Itu sungguh nggak sopan!" Eldric berasal dari keluarga terpandang. Sikapnya ini sangat tidak sesuai dengan didikan keluarganya. Biasanya, dia sangat sopan.Sementara itu, para perawat masih bergosip, "Ya Tuhan, siapa yang melakukannya? Memangnya bosnya nggak lapor polisi?""Nggak." Perawat sif malam itu melanjutkan, "Kata ibu-ibu itu, orangnya masih muda dan kelihatan familier. Seharusnya karena pernah lihat orangnya di sekitar sini. Pemuda itu cukup galak. Habis hancurkan barang-barang di toko, dia langsung pergi. Setelahnya, toko itu pun pasang tanda 'gratis'."Mendengar ini, Kyna tiba-tiba mengerti. Dia menatap Eldric dan berharap tebakannya tidak salah. Sementara itu, Eldric tiba-tiba melangkah keluar. Kyna pun tahu bahwa tebakannya memang benar.Eldric tidak
Read more