Aldrian mendengar ucapan Kyna dengan hening. Setelah selesai berbicara, Aldrian baru berkata, “Makanya, kamu lihat.”“Apa?” Kyna mengerutkan keningnya. Lihat apa?“Coba kamu lihat, kamu tahu semuanya.” Aldrian mengulangi ucapan Kyna. “Pernikahan itu bukan balas budi, bukan paksaan dan juga bukan ikatan, tapi demi hidup bahagia bersama.”Kyna merasa kaget.“Kyna.” Aldrian berdiri, lalu berjalan ke hadapan Kyna. “Kamu mesti percaya sama diri sendiri. Benar apa katamu. Nggak peduli kamu menikah dengan siapa pun, semuanya juga demi bahagia bersama. Kalau nggak bahagia, setiap orang berhak untuk mengajukan putus. Kalau orang itu nggak bersedia, itu masalah pihak lawan, bukan kamu. Kamu nggak bersalah.”Ternyata setelah berbicara panjang lebar, inilah jebakan Aldrian ….“Kyna, saat benar-benar mencintai seseorang, pasti akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuknya, tapi tetap saja merasa nggak cukup, bukannya bagaimana kamu membalas kebaikan yang aku berikan. Itu bukan cinta, ‘kan?”
Read more