Sejenak Darius tercengang dengan permintaan dua bocah ini. Setelahnya ia tertawa, tak menyangka Davira dan Myesha bakal sekeras ini berusaha. “Jadi gimana, Opa?” Myesha bergelayut manja di lengan opanya. “Bisa, ya, Opa.” Davira mengatupkan telapak tangannya dan mengedipkan mata, lalu ia maju selangkah. Lebih tak terduganya lagi, ia berbisik, “Kasihan Mama, Opa.” Detik itu juga tawa Darius membahana, ini membuat Maharani dan Diana saling bertatap dalam kebingungan. Darius akhirnya menghentikan tawanya dan mengusap sisa air mata di sudut matanya. "Iya, deh, Opa setuju! Kasihan sama Mama kalian." Myesha langsung mengerucutkan bibirnya, lalu protes, "Lho, kok kasihan sama Mama? Bukan kasihan sama kita yang kangen Papa, Opa?" Darius tergelak lagi sambil mencubit hidung Myesha. "Lho, ‘kan tadi Davira sendiri yang bisik-bisik bilang kasihan Mama. Gimana, sih?" Seketika tawa mereka menggema bersama di ruangan itu. "Tapi ada syaratnya," sambung Darius dengan tatapan yang memancar hangat
Baca selengkapnya