Tak tahan rasanya ingin membalas dendam, Dhava melangkah lebar mencari keberadaan istrinya. Ia menemukan Diana tengah duduk anggun di meja makan, baru saja hendak menyuap bubur ayam ke mulutnya.Alih-alih mengambil kursi, Dhava justru berdiri di belakang Diana. Ia membelai kepala wanitanya dengan sangat intim, lalu menyapa penghuni meja makan lainnya. "Pagi, istriku, Pa, Ma, Uncle, Aunty," sapa Dhava dengan suara serak yang sengaja memberi kesan seksi.Hanya tiga orang tersenyum hangat, kecuali empat pria, termasuk ayah mertua yang duduk di seberang mereka. Diana menoleh sedikit dan menatap suaminya dengan mata berbinar. "Aku kira Mas bakal bangun siang, habisnya semalam Mas capek banget," sahut Diana.Dhava tertawa garing, matanya berkilat penuh kemenangan dengar kata-kata sang istri, saat melirik ayah mertua dan para iparnya yang mendafak memasang wajah masam. "Iya, Di, rasanya luar biasa," bohong Dhava, nada menggodanya sangat kental.Tanpa memedulikan tatapan tajam Denver,
Last Updated : 2026-02-26 Read more