Siang harinya, Mercedes hitam Dhava berhenti tepat di rumah utama kediaman Denver. Sebelum Diana menyentuh handle pintu, pria itu mencekal lengannya dengan lembut, melarangnya keluar."Kenapa, Mas? Nanti kalau Papa tahu aku sudah sampai, tapi belum masuk, kamu bisa dimarahi lagi, lho," tanya Diana terheran-heran.Dhava menghela napas berat, dan matanya menatap sepasang manik cokelat caramel. Ia haus akan kerinduan yang tertahan."Aku nggak tahan, Baby. Rasanya mau aku culik kamu sekarang ke rumah baru kita," aku Dhava.Kontan saja Diana tertawa, tetapi refleks tangannya menahan perut agar tidak menimbulkan guncangan di bekas jahitan operasinya."Kamu culik aku, Papa tambah murka, Mas. Bisa-bisa pernikahan kita bulan depan dibatalkan. Gimana?" tantan wanita satu ini, ternyata mengeraji Dhava menjadi hiburan baginya.Dhava menggosok wajahnya dengan kasar. Air mukanya tampak frustrasi. "Kamu itu ibu dari anak-anakku, apa
Last Updated : 2026-02-23 Read more