Esok harinya, sepulang sekolah dan les, si kembar tidak langsung istirahat. Mereka justru sibuk mengerumuni tumpukan apel hasil petikan di Malang. Myesha dengan telaten menyusun buah-buah itu ke dalam keranjang merah muda."Gimana, Vira? Cantik ‘kan?" tanya Myesha sambil berlagak mengerucutkan bibir, menilai jerih payahnya.Davira mengernyit, lalu memiringkan kepalanya. "Kenapa, ya, kelihatan berantakan?""Susah, Vira! Apelnya licin, jatuh terus," keluh Myesha.Davira menjentikkan jarinya. "Gimana kalau lihat video tutorial?”"Oke deh! Pokoknya harus paling bagus supaya Opa Darius luluh," sahut Myesha.Keduanya pun tenggelam dalam kesibukan, sesekali mata mereka ke arah layar ponsel yang, melihat cara mengikat pita dan menata buah agar tidak bergeser.Hampir dua jam berlalu dengan peluh dan tawa, akhirnya Davira berseru, "Yeay, selesai! Cantik, ‘kan?""Cantik banget! Pita hijaunya juga lucu, Opa Darius pasti suka," Myesha bertepuk tangan. "Ayo, biar Papa cepat satu rumah lagi sama kit
Magbasa pa