Diana berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah di balik punggung lebar sang suami. Sesekali ia meremas ujung kemeja suaminya itu dengan tangan yang basah. "Mas, gimana ini? Bilang apa dong?" bisik Diana, berdebar. Hanya saja ia juga merasa gemas ingin mencubit pinggang Dhava yang terlihat sangat tenang menghadapi interogasi dua pria paruh baya di depan mereka. Denver melipat tangan di dada dengan dahi berkerut tajam. "Mau beli ayam goreng saja kenapa harus sampai menginap semalaman? Kalian tahu jam berapa sekarang?" Darius pun tidak mau kalah memberikan tekanan. "Si kembar menangis terus sejak subuh. Davka juga sama sekali tidak mau tidur!!!” Tidak kikuk sama sekali, Dhava tetap memasang wajah setenang mungkin. Namun, satu tangannya diam-diam bergerak ke balik punggung, menyentuh perut Diana. "Maaf Pa, Uncle. Sebenarnya kami ke hotel," ucap Dhava dengan nada yang sangat meyakinkan. Sontak saja Diana langsung melotot lebar. Ia mencubit keras pinggang suaminya sampai
Last Updated : 2026-03-04 Read more