Pagi itu, Naomi bangun dalam keadaan terlambat. Begitu melihat jam di samping tempat tidur, matanya langsung membesar. Bukan karena alarm yang merdu, melainkan karena alarm alami di dalam kepalanya yang mendadak meneriakkan bahaya.“Ya ampun…”Seketika, selimut dilempar asal. Ia langsung bangkit dari tempat tidur dan bergerak serba cepat. Seluruh ruangan berubah menjadi labirin kepanikan. Mandi, berpakaian, mengambil tas, lalu memastikan ponsel dan dompet sudah masuk ke dalam tas.Rambutnya menjadi masalah terakhir. Biasanya Naomi membutuhkan waktu cukup lama untuk merapikan rambutnya, tetapi pagi ini tidak mungkin. Akhirnya ia hanya menyisirnya seadanya dan menguncir rambutnya.“Nanti di kantor saja.”Dengan begitu, Naomi langsung berangkat.***Di kantor, Rahaal baru saja berjalan menuju vending machine untuk membeli coffee latte. Pagi itu suasana kantor sudah mulai ramai. Beberapa orang baru tiba, seb
Read more