Lima tahun sudah berlalu sejak hari ketika Gendis meninggalkan masa lalunya yang kelam. Di rumah kecil bercat putih di pinggiran kota Yogyakarta, ia hidup bersama putrinya, Naira, yang kini berusia delapan tahun. Setiap pagi, aroma kopi dan roti panggang selalu memenuhi udara, berpadu dengan tawa kecil Naira yang ceria.Keputusan pindah dari ibu kota ke kota asal sudah dipertimbangkan Gendis masak-masak. Kehidupan di ibu kota tidak baik untuk sang anak. Anaknya sudah mulai cerdas dengan banyak pertanyaan. Ponsel--benda pipih itu memberitahu banyak hal pada sang anak. Sebuah pengorbanan yang tidak mudah. Gendis mencari beberapa orang yang bisa dipercaya untuk mengelola restoran geprek miliknya. Nawang--sang kakak pun ikut turun tangan membantu. Ternyata, pengorbanan yang menyakitkan itu berbuah manis. “Bunda, hari ini aku mau pakai baju ungu ya. Soalnya Kak Sari bilang warna ungu itu warna keberanian!” seru sang anak sambil berlari kecil ke meja makan.Gendis tersenyum lembut, mengus
最終更新日 : 2025-12-29 続きを読む