“Ma-Maaf …,” ucap Arumi gugup sambil menunduk hendak memungut sendok tersebut., namun Maika menahannya.“Oh, No! No, Sayang!” Ia berkata kepada para followernya.“Ingat ya, Gais, alat makan yang sudah terjatuh jangan dipungut kembali.” Maika tertawa, namun terdengar bagai ejekan bagi Arumi.“Masa gitu ajah ngga ngerti.”“Money can't buy class.”“Bastian salah pilih istri.”“Memalukan.”“Semoga Bastian cerain dia dan jadian sama Maika.”“Tegakkan tubuh kamu, Arumi. Ayo, kita mulai makan.” Arumi menegakkan tubuhnya dengan kaku.Bastian mendatangi mereka. Maika melihat lewat ekor matanya dan tersenyum licik. Ia sengaja mengarahkan Arumi untuk mengambil garpu dan pisau yang salah.“Kita mulai dengan bruschetta ya untuk appetizernya.”“Halo, Mai.” sapa Bastian “Hai, Bas. Gimana kabar kamu?” Maika menyapanya hangat seakan ingin menunjukkan kedekatan mereka pada Arumi.“Aku lagi ajarin Arumi table manner nih. Arumi kan sudah jadi bagian keluarga Burhanuddin. Harus belajar sedikit-sedikit.”
Last Updated : 2025-11-24 Read more