Kraaak!langit di atas danau tidak lagi sekadar retak, ia robek seperti kain tua yang dipaksa menanggung beban yang mustahil. Suaranya bukan seperti petir, melainkan seperti jeritan jutaan kaca yang pecah secara bersamaan. Tekanan udara di sekitar pondok kayu itu mendadak menghilang, menyedot oksigen dari paru-paru hingga Kael harus mencengkeram kusen jendela agar tidak ambruk. Cahaya api di perapian yang tadinya hangat kini berubah warna menjadi abu-abu pucat, kehilangan esensi panasnya."Mereka datang lebih cepat dari perkiraanku," desis Kael, suaranya serak seperti gesekan logam. Ia menyeka tetesan darah segar yang kembali merembes dari hidungnya.Lyra baru saja menutup buku memorinya saat seluruh ruangan itu bergetar hebat. Buku itu bercahaya emas, mencoba menstabilkan struktur pondok yang kini mulai terlihat transparan. "Kael, ini bukan serangan fisik! Pengingat sejati sedang mencoba menghapus konsep pondok ini dari realitas!""Jangan biarkan dia, Lyra," kata Kael tanpa menoleh
Terakhir Diperbarui : 2026-02-04 Baca selengkapnya