Dunia tidak berakhir dengan ledakan, melainkan dengan keheningan yang begitu mutlak hingga Kael bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang beradu dengan denyut kosmik Jantung Asal.Saat jarinya menyentuh permukaan bola energi itu, sensasi dingin yang mematikan merambat dari ujung kuku hingga ke sumsum tulang belakangnya. Cahaya putih yang menyilaukan menelan segalanya, reruntuhan Kota Emas, langit yang menguap, hingga keberadaan fisik Lyra di belakangnya.Kael merasa seolah-olah jiwanya sedang ditarik melewati lubang jarum yang sempit, di mana setiap dosa, memori, dan rasa sakitnya dipreteli satu per satu oleh otoritas yang tak terlihat."Manusia yang keras kepala."Suara itu tidak datang dari udara, melainkan bergema langsung di dalam inti kesadaran Kael. Itu adalah suara yang membawa berat jutaan tahun, sebuah frekuensi yang sanggup meruntuhkan mental seorang ksatria tingkat tinggi hanya dengan satu suku kata.Kael membuka matanya, namun ia tidak lagi berada di lembah putih. Ia me
Last Updated : 2026-02-10 Read more