Dunia ini tidak butuh penyelamat, ia butuh pemberontak yang sanggup meludahi wajah takdir tanpa ragu sedikit pun.Saat kepalan tangan Kael menyentuh Inti Ketiadaan di dasar Rahim Kematian, realitas di sekelilingnya tidak meledak dengan dentuman yang megah, melainkan tersedot ke dalam satu titik sunyi yang luar biasa menyakitkan.Seluruh rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya, luka bakar di punggungnya, retakan di jiwanya yang hampir hancur, hingga kelelahan kronis yang menghimpit setiap napasnya, mendadak terhenti dengan cara yang tidak alami.Bukan karena ia telah sembuh secara ajaib, melainkan karena konsep rasa sakit itu sendiri telah kehilangan otoritasnya di hadapan kekuatan purba yang baru saja ia sentuh dan klaim sebagai miliknya.Kael menarik napas dalam-dalam, dan udara yang masuk ke paru-parunya bukan lagi oksigen, melainkan partikel kehampaan yang murni dan dingin. Tubuhnya, yang tadinya terbuat dari daging dan darah manusia yang sangat rapuh, kini berkilauan di bawah kegela
Terakhir Diperbarui : 2026-02-06 Baca selengkapnya