"Sini, Nak, dekap dada paman erat-erat, dilarang ada lagi tangisan takut di dalam pos bawah tanah yang gelap ini!" bisik Arya Baswira parau seraya menimang Baskoro Junior.Napas pengawal pribadi itu masih tersengal-sengal memburu, mendekap erat raga mungil sang bayi yang terus gemetar pasca-dievakuasi dari cengkeraman musuh.Uap air laut yang dingin membelus lembut dari celah ventilasi dermaga, menyapu peluh yang membasahi kaus taktis berotot kawat milik Arya malam ini."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, tangisan si kecil ini beneran belum mau berhenti dari tadi!" seru Juna agak gagap panik dari balik pintu."Kunci selot besinya dari luar, Juna, biarkan denyut jantung saya yang menenangkan trauma bayi ini!" perintah Arya kokoh.'Sialan, melihat mata bulat polos ini menangis kaku beneran membuat seluruh urat darah dingin saya lumer seketika, batin saya wajib melindunginya sampai nyawa melayang,' tekad Arya penuh overthinking.Pria bertub
Last Updated : 2026-07-26 Read more