Keesokan harinya, Keisha mengantar putrinya ke sekolah karena Quinn punya urusan yang harus diselesaikan secepatnya.Setelah sarapan, mereka naik taksi. Keisha tidak berencana tinggal lebih lama di Man City, jadi ia tidak perlu membeli mobil.“Mommy, apa salah kalau tidak punya Ayah?” Mayra tiba-tiba bertanya, membuat hati ibunya mencelos.“Kenapa Mayra berkata begitu, Sayang? Apa ada yang mengehekmu?” Tanya Keisha, hatinya terasa sakit. Apakah putrinya itu di-bully? Jantungnya bergejolak memikirkan hal itu.“Tidak, Mom... Tapi May baru saja melihat teman-teman May diantar ke sekolah oleh orang tua mereka,” Jawab Mayra.Faktanya, teman-temannya memang mengejeknya di sekolah, tetapi Mayra tidak ingin membuat ibunya khawatir.Dada Keisha terasa sesak, rasa bersalah merayapinya. Ia mnatap putrinya dalam-dalam, “Maafin Mommy, sayang. Akhir-akhir ini Mommy sangat sibuk. Tapi mulai sekarang, Mommy sendiri yang akan mengantar Mayra ke sekolah.” Ucapnya tersenyum, sambil mengelus lembut pund
Última actualización : 2025-12-06 Leer más