Keesokan harinya.Langit menjemput Melody, berpamitan pada Ivander dan Nada. Dan sebelum itu, Ivander memberikan ceramah panjang kali lebar kali tinggi pada Langit. Dan lelaki itu hanya mengangguk dan tersenyum saja, sudah tahu apa yang akan Ivander katakan. Sungguh ayah yang posesif, cerewet melebihi wanita. Tapi, itulah yang Langit kagumi. Apakah dirinya akan seperti itu jika memiliki seorang anak perempuan?“Hati-hati, dan beritahu Bunda ketika sampai di sana,” pesan Nada memeluk Melody.“Iya, Bunda,” balas Melody untuk pertama kalinya merasa berdebar ingin bertemu dengan orang tua Langit.“Ingat pesanku!” tegas Ivander.“Iya, Om. Kalau pun khilaf hanya sedikit,” canda Langit membuat Ivander melotot kuat.“Kami pamit,” kata Melody mencium tangan kedua orang tuanya.Langit membawa Melody untuk menaiki jet pribadi milik Langit, dan itu membuat Melody terkejut bukan main. Padahal dia mengira kalau akan naik pesawat biasa, tapi ternyata ini membuat terpana.“Masuklah,” pinta
Last Updated : 2025-12-18 Read more