"Diam, kamu Bryan!" Tegur Pak Narendra. "Kamu pikir, Nadia akan bersedia dengan ucapanmu barusan, HAH!" Emosi sekali pria paruh baya itu, menghadapi putra bungsunya kali ini."Tapi, saya memang bersedia menikah dengan Bryan, Pak. Dengan syarat dia berani berkata jujur kepada keluarganya. Dan Bryan sudah melakukan, itu ....""NADIA!" Sentak Devan tak terima dengan ucapan wanita yang dicintainya itu. "Kamu sadar dengan apa yang kau katakan, hah!?""Aku sadar, Mas Devan ... maaf, kalau pada akhirnya kita nanti berhadapan sebagai ipar.""Kalian berdua gi la." Devan bangkit seraya mengusap mukanya dengan kasar. "Aku akan meminta Sharman untuk tidak menikahkanmu dengan Bryan. Sumpah, aku enggak akan pernah rela kamu menjadi adik iparku, Nadia," ungkap Devan sebelum berlalu meninggalkan ruang tamu. Pria itu, memilih keluar mencari udara segar daripada di dalam membuat kepala serasa pecah.Pak Narendra hanya menatap punggung Sulungnya yang pergi berlalu hilang saat melewati pintu. Dia sangat
Huling Na-update : 2025-11-30 Magbasa pa