Pukul sepuluh malam, Alinka mengikuti langkah Devan menuju ke kamar. Ketika akan membuka pintu, Devan menoleh memandang Alinka yang dari tadi menundukkan pandangannya."Lin ..."Alinka mendongak menatap pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu. "Ya, Mas Devan.""Untuk malam ini, kita tidur bersama di kamarku. Besok, kita akan pindah ke rumah depan. Kalau dirasa perlu penyesuaian dan adaptasi. Kita bisa tidur terpisah di rumah kita nanti."Alinka mengangguk dengan cepat. "Iya, begitu lebih baik, Mas." Devan memutar knop pintu kamarnya, lantas melebarkan daun pintu. "Masuklah," ujarnya kemudian.Alinka masuk perlahan dengan menahan napasnya. Jantungnya sungguh bertalu. Bagaimana pun juga memikirkan malam ini, dirinya akan tidur sekamar dengan seorang pria. Membayangkan adegan yang iya-iya. Haduuuuhh, rasanya Alinka belum siap."Jangan tegang begitu, Lin. Walaupun malam ini, malam pertama kita sebagai suami-istri. Untuk melakukan hal satu itu, kita perlu persiapan juga.""Aku tahu, Mas
Huling Na-update : 2025-12-10 Magbasa pa