"Kalau kamu nggak mau cari Jimmy, cari Serena juga bisa, 'kan?" Senyum licik muncul di wajah Nargari."Aku lihat Serena juga nggak punya teman di Bataram. Aku kasihan sama cucuku itu. Jadi aku pindahkan saja wilayah tugasmu ke Bataram, sekalian kamu bisa jaga dan temani dia. Dengan begitu nggak ada masalah lagi, 'kan?"Yasmin tertegun. Dia hanya bisa tersenyum kecut sambil memandang Nargari. Ternyata semuanya sudah diatur olehnya. Kalau Nagari sudah berbicara sampai sejauh ini, rasanya dia memang tidak punya alasan lagi untuk menolak.Setelah terdiam beberapa saat, Yasmin mengangguk pelan. "Terima kasih, Pak Nargari."Sambil terus mengobrol, mereka segera tiba di bandara. Sebelum naik ke pesawat khusus, Nargari kembali berpesan dengan sungguh-sungguh kepada Yasmin. "Dalam menghadapi segala sesuatu, kamu harus berani menghadapinya. Terus-menerus menghindar bukanlah cara menyelesaikan masalah."Yasmin menegakkan tubuhnya, lalu berkata dengan penuh rasa hormat, "Nasihat Pak Nargari akan s
Read more