Alejandro memasuki mansion-nya dengan langkah berat. Kunci mobilnya dilemparnya begitu saja ke meja marmer di foyer, namun tidak dengan nada kasar seperti biasanya. Amarahnya belum hilang, tapi sekarang berubah menjadi kecemasan yang menusuk dada.Ia mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba menghapus bayangan Valeria yang ketakutan, wajahnya yang pucat, serta suara rapuhnya saat menyuruhnya menjauh. Itu jauh lebih menyakitkan perasaannya.Mansion itu sunyi. Lampu-lampu malam menyala lembut hanya menyisakan beberapa pelayan yang masih bekerja di area dapur dan ruang tengah.Seorang pelayan wanita yang sudah berumur, Marsha, sedang merapikan vas bunga yang hampir jatuh di dekat tangga. Ia terbatuk-batuk kecil.Sebelum jiwa Alejandro menempati tubuh Daniel biasanya hanya lewat tanpa peduli, tapi ketika tubuh Daniel telah ditempati Alejandro, ia berhenti berjalan. "Marsha," panggilnya pelan.Pelayan itu terkejut seakan dipanggil oleh malaikat maut. "Se-selamat malam, T-Tuan DeLaLuca!"I
Last Updated : 2025-12-07 Read more