Malam semakin larut ketika mobil Alexander melaju di jalanan sepi menuju tempat yang dikatakan Audrey. Elena duduk diam di kursi penumpang, sesekali melirik ke belakang untuk memastikan kondisi sahabatnya. Audrey masih terlihat pucat dan kelelahan, tetapi matanya waspada, seolah-olah kapan saja seseorang bisa muncul dan menyerangnya.Elena menggigit bibirnya dan pikirannya dipenuhi kekhawatiran. Ia ingin bertanya lebih jauh kepada Audrey, tetapi setelah apa yang mereka lalui tadi, ia tahu bahwa sahabatnya belum siap berbicara.“Kita hampir sampai,” ujar Alexander, membuyarkan keheningan.Elena menoleh ke luar jendela. Mereka telah meninggalkan jalan utama dan sekarang memasuki daerah hutan yang cukup lebat. Jalanan kecil membentang di depan mereka, menuju sebuah bangunan kayu tua yang tersembunyi di antara pepohonan.Audrey menegakkan tubuhnya. “Kita bisa bersembunyi di sini untuk sementara. Tempat ini milik seseorang yang aku percayai.”Alexander memarkirkan mobil, tetapi ia tidak la
Última atualização : 2026-04-06 Ler mais