"Meskipun kehilanganmu terasa menyakitkan bagi kami, Mama nggak punya pilihan. Yang lebih penting bagi Mama adalah harga diri keluarga ini. Harga diri anak-anak Mama, terutama Orson. Dia sudah punya istri, jadi Mama harap kamu meninggalkannya dan nggak mengganggunya lagi, Felicia," kata Abigail sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.Dia berdiri di hadapanku dan menyodorkan sebuah amplop putih.Aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Aku menatap Abigail dengan bingung."Di dalam amplop ini ada cek. Mama harap kamu meninggalkan kami dan nggak pernah muncul di hadapan kami lagi. Karena apa yang baru saja kamu lakukan, Mama sudah nggak bisa menerimamu sebagai anak lagi," katanya.Perkataannya terasa seperti bom yang meledak tepat di dalam dadaku. Aku tidak pernah menyangka akan mendengar kata-kata seperti itu dari wanita yang selama ini selalu memberiku kasih sayang yang tulus."Mama, kumohon. Jangan. Kasihani aku. Jangan membenciku seperti ini. Kumohon," kataku sambil mengulurkan
Read more