Sudut pandang Abigail:"Aku senang sekali kamu bisa datang," kata Shirley, ibunya Liam, dengan hangat. Dia mencium Orson berkali-kali, lalu kembali memperhatikanku."Maaf sekali, Shirley. Kami sedikit terlambat," kataku memohon maaf. Tadi aku sempat merasa tidak enak badan lagi hingga membuat persiapan kami tertunda. Untungnya, Liam menunggu kami. Jika tidak, mungkin kami sudah melewatkan pesta ini."Nggak apa-apa, Sayang. Yang penting kamu sudah di sini. Dan lihatlah Orson, dia tampan sekali. Dia cepat sekali tumbuh besar," kata Shirley dengan wajah yang berseri-seri.Aku terkejut saat Liam tiba-tiba menggenggam tanganku, lalu berkata, "Ibu, aku pinjam Abigail sebentar. Aku ingin memperkenalkannya kepada beberapa teman.""Tentu saja, Nak. Jangan khawatir, Ibu akan menjaga Orson. Dia sepertinya sedang menikmati suasananya. Ibu akan memperkenalkannya pada anak-anak lain di sini," jawab Shirley.Aku bahkan belum sempat berkata apa-apa, tetapi Liam sudah menarikku menuju sekelompok tamu.
Read more