Langit di atas pemakaman sore itu berwarna abu-abu pekat, seolah alam turut merunduk dalam duka yang tak tertahankan. Angin bertiup pelan, membawa aroma tanah basah dan bunga kamboja yang luruh ke tanah. Di sebuah sudut pemakaman keluarga yang eksklusif, dua liang lahat berukuran mungil telah disiapkan berdampingan.Dewa berdiri mematung di tepi liang lahat tersebut. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak sembab, dengan lingkaran hitam di bawah mata yang menandakan dia tak menyentuh tempat tidur sejak tragedi itu terjadi. Dia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung asal, tangannya menggenggam erat dua ikat bunga lily putih—salah satu bunga favorit istrinya.Di belakangnya, Rahma dan Winda terisak dalam pelukan suami masing-masing. Suara tangis Winda sesekali pecah, memanggil-manggil nama cucu yang bahkan belum sempat dia timang. Ridwan, sang kakek, mencoba tegar meski air matanya terus membasahi pipinya yang mulai berkeriput."Dewa, Nak... sudah waktunya," bisik Darto,
Last Updated : 2026-01-26 Read more