Aldo melangkah masuk ke dalam kamar yang remang-remang. Aroma bedak bayi dan minyak telon langsung menyambut indranya, memberikan rasa tenang yang asing namun menghangatkan. Di atas ranjang bayi berkelambu putih, Tita tampak menggeliat kecil, kakinya yang mungil menendang-nendang udara sementara tangisan kecilnya mulai mengeras.Waktu dia menemui Tita beberapa minggu lalu, setiap kali Aldo menatap bayi ini, ada sekat keraguan yang menghimpit hatinya. Ada bayang-bayang wajah Haris yang selalu dia cari-cari dalam fitur wajah Tita—sebuah penyiksaan mental yang dia ciptakan sendiri. Sekarang, setelah melihat angka 96% di atas kertas putih itu, semua keraguan itu luruh. Garis rahang itu, bentuk mata itu, semuanya adalah miliknya. Sesuai apa yang Aldo pikirkan. "Sshhh... ini Ayah, Sayang," bisik Aldo lembut.Dia membungkuk, menyelipkan lengannya di bawah punggung kecil Tita dan mengangkatnya dengan sangat hati-hati, penuh kasih sayang. Tita, yang merasakan dekapan hangat, perlahan mengh
Last Updated : 2026-01-16 Read more