Lampu neon yang menggantung di langit-langit gudang pelabuhan berkedip-kedip, mengeluarkan suara mendengung yang menambah mencekamnya suasana. Bau karat, oli, dan garam laut menusuk indra penciuman. Di tengah ruangan, empat kursi besi telah dipaku ke lantai. Hera, Dela, Raka, dan Santi terikat kuat dengan rantai baja, wajah mereka lebam akibat "perkenalan" singkat dengan anak buah Joni.Pintu besi besar gudang itu berderit terbuka. Dewa melangkah masuk dengan langkah kaki yang bergema pelan namun mengintimidasi. Dia tidak lagi mengenakan jas; hanya kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, menampakkan urat-urat tangan yang menegang. Matanya merah, bukan lagi karena air mata, melainkan karena amarah yang telah mencapai titik didih.Dewa berhenti tepat di depan Hera. Dia menarik sebuah kursi kayu, membaliknya, dan duduk tepat di hadapan wanita itu."Anak-anakku meninggal kemarin sore," ucap Dewa pelan, suaranya sedingin es. "Dua permata hatiku yang belum sempat aku timan
最終更新日 : 2026-01-27 続きを読む