“Ngomong-ngomong, aku seharusnya lebih berterima kasih kepada ayahmu. Ia adalah penjaga makam, sementara aku mewarisi segalanya dari Makam Ilahi. Untuk berterima kasih kepadamu dengan layak, aku akan menyatukan kalian semua dan menjadikan kalian bagian dari diriku. Dengan begitu, meskipun kau mati, kau akan hidup selamanya, tetapi hanya melalui keberadaanku.” “Yue Changkong, bahkan jika kau hidup lagi, kau tidak akan bisa mengubah takdirmu. Dalam pertempuran ini, kau tetap akan binasa.” Lin Tian mendongak menatap Yue Changkong. Matanya berubah keemasan dan menjadi sangat menakutkan. Yue Changkong menatap matanya, dan pandangan mereka bertemu. Lin Tian merasakan kekuatan Mata Dewi Bulan, seolah ia jatuh ke dalam ilusi tanpa akhir. Namun, Yue Changkong juga merasakan kekuatan di mata Lin Tian. Ia juga memasuki dunia aneh, tempat mereka terpisah jauh sekaligus begitu dekat. Meskipun ia dan Lin Tian berjauhan, seolah mereka berdiri berhadapan di dunia Sumeru. “Alam apakah ini?” ta
اقرأ المزيد